SKT MINERBA

indo-tambangraya-131112b

SKT MINERBA

Pasca diterbitkannya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (UU Minerba) sektor usaha jasa pun diatur secara lebih rinci. Setiap kontraktor yang mengerjakan tahapan inti pertambangan, kecuali coal and mineral getting, harus sudah mengantongi IUJP (Izin Usaha Jasa Pertambangan).

Untuk dapat melayani kegiatan inti pertambangan diluar coal and mineral getting, perusahaan jasa pertambangan harus mempunyai IUJP. Misalnya untuk jasa studi kelayakan, penyelidikan pendahuluan, eksplorasi, dan sebagainya. Sedangkan untuk kegiatan persewaan alat berat, perusahaan jasa harus mengantongi SKT MINERBA.

SKT MINERBA diwajibkan bagi kegiatan supporting pertambangan yang bersifat non inti. Misalnya penyewaan alat berat, jasa boga, supplier logistik, angkutan laut, angkutan udara, dan sebagainya

SKT Migas

5

SKT Migas

Perusahaan yang memberikan jasa layanan lain untuk menunjang kegiatan minyak dan gas, misalnya jasa penyedia helicopter,jasa penyedia alat-alat berat hingga perusahaan penyedia catering bagi karyawan Minyak dan Gas yang bekerja di lingkungan Migas apakah di daratan(on shore) atau di tengah laut(off shore). Setiap Perusahaan sebagai Supplier Company yang ingin bekerja dilingkungan Migas wajib memiliki SKT Migas

Sesuai dengan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No 27 Tahun 2008 tanggal 22 Agustus 2008, tentang kegiatan Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi dan Surat Keputusan  Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Nomor.15784.K/10/DJM.S/2010

Untuk informasi  Pengurusan SKT Migas Lebih Lanjut Silahkan Hubungi kami 021-70058902 ; HP.0812-9699-9788

SKT Migas

dfr

 SKT Migas

Drilling Company
Setelah tahap survey (explorasi) memastikan terdapat kandungan minyak di area tersebut, perusahaan jenis Drilling Company akan melakukan pengeboran (drilling) untuk mengeluarkan kandungan minyak tersebut ke atas permukaan bumi.
Setiap Perusahaan Drilling Company / Pengeboran dalam melaksanakan pekerjaannya,wajib memiliki SKT Migas dan perusahaan tersebut terdaftar di Direktorat Jenderal Migas
Sesuai dengan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No 27 Tahun 2008 tanggal 22 Agustus 2008, tentang kegiatan Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi dan Surat Keputusan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Nomor.15784.K/10/DJM.S/2010
Untuk informasi Pengurusan SKT Migas Lebih Lanjut Silahkan Hubungi kami 021-70058902 ; HP.0812-9699-9788

Syarat Pengurusan SKT Migas

 

Syarat Pengurusan SKT Migas

1. Foto Copy Akta Pendirian dan perubahan terakhir

2. F0to Copy SK. Menteri Hukum dan HAMRI & SK perubahannya

3. Foto Copy  domisili perusahaan yang masih berlaku

4. Foto Copy NPWP & PKP

5. Foto Copy SIUP &TDP

6. Foto Copy IUT BKPM jika PMA

7. Struktur Organisasi dibuat dalam Kop Surat

8. Foto Copy. KTP dan NPWP Pengurus perseroan (Direktur dan Komisaris)

9. Foto Copy. Kontrak tempat usaha atau Foto Copy kepemilikan tempat usaha

10. Foto Copy. Pengalaman kerja perusahaaan / Kontrak

11. Kop Surat 10Lbr

12. Foto Copy. NPWP semua pendiri usaha (Yang ada di AKte)

13. Brosur Product (Apabila Menggunakan KADIN)

14. Foto Copy  ljazah Tenaga Ahli/Foto Copy KTP Tenaga ahli

15. Manajemen Mutu

16. Foto copy ISO

17. Foto copy OHSAS

18. Daftar Peralatan Kerja

19. Foto copy SBU( Sertifikat Badan Usaha)

20. FC. daftar peralatan kantor dalam Kop surat.

21. Foto Copy IUJK ( Ijin Usaha Jasa Konstruksi)

22. SPT tahunan dan Bulanan minimal 4 bulan terakhir

23. Asuransi Perusahaan (Jamsostek,dll)

24. Tenaga Ahli perusahaan( QA,QC)

25. Foto Copy Pengalaman Kerja Perusahaan (SPK,Kontrak dll)

Untuk pengurusan SKT Migas lebih lanjut silahkan hubungi kami 021-70058902;0812-9699-9788

ISO 14001:2004

11

ISO 14001:2004

ISO 14001 adalah bagian dari International Standard Series yang bisa di aplikasikan pada semua sistem  organisasi dengan fokus pada kinerja lingkungan, yang didefinisikan sebagai hasil yang terukur dari pengelolaan yang dilakukan oleh suatu organisasi terhadap lingkungannya.

Manfaat

  1. Memperbaiki manajemen proses produksi melalui penerapan pencegahan pencemaran;
  2. Mendorong perusahaan terdorong untuk memiliki jajaran manajemen yang tangguh dalam menghadapi tuntutan pasar;
  3. Memperoleh dua manfaat sekaligus yaitu melindungi lingkungan serta meningkatkan efisiensi proses produksi;
  4. Menaikkan citra perusahaan di mata pelanggan