SKT Migas

 

SKT Migas

Drilling Company
Setelah tahap survey (explorasi) memastikan terdapat kandungan minyak di area tersebut, perusahaan jenis Drilling Company akan melakukan pengeboran (drilling) untuk mengeluarkan kandungan minyak tersebut ke atas permukaan bumi.
Setiap Perusahaan Drilling Company / Pengeboran dalam melaksanakan pekerjaannya,wajib memiliki SKT Migas dan perusahaan tersebut terdaftar di Direktorat Jenderal Migas
Sesuai dengan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No 27 Tahun 2008 tanggal 22 Agustus 2008, tentang kegiatan Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi dan Surat Keputusan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Nomor.15784.K/10/DJM.S/2010
Untuk informasi Pengurusan SKT Migas Lebih Lanjut Silahkan Hubungi kami 021-70058902 ;021-2957-1871 HP.0812-9699-9788

ISO 9001:2008

 

ISO 9001:2008

ISO 9001: 2008 Quality Management Systems – Requirements: ditujukan untuk digunakan di organisasi manapun yang merancang, membangun, memproduksi, memasang dan/atau melayani produk apapun atau memberikan bentuk jasa apapun. Standar ini memberikan daftar persyaratan yang harus dipenuhi oleh sebuah organisasi apabila mereka hendak memperoleh kepuasan pelanggan sebagai hasil dari barang dan jasa yang secara konsisten memenuhi permintaan pelanggan tersebut. Implementasi standar ini adalah satu-satunya yang bisa diberikan sertifikasi oleh pihak ketiga.

Penerapan ISO 9001:2008 di suatu perusahaan berguna untuk:

  • Meningkatkan citra perusahaan
  • Meningkatkan kinerja lingkungan perusahaan
  • Meningkatkan efisiensi kegiatan
  • Memperbaiki manajemen organisasi dengan menerapkan perencanaan, pelaksanaan, pengukuran dan tindakan perbaikan (plan, do, check, act)
  • Meningkatkan penataan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan dalam hal pengelolaan lingkungan
  • Mengurangi risiko usaha
  • Meningkatkan daya saing
  • Meningkatkan komunikasi internal dan hubungan baik dengan berbagai pihak yang berkepentingan
  • Mendapat kepercayaan dari konsumen/mitra kerja/pemodal

SKT Migas

 

SKT Migas

Setiap perusahaan yang akan ikut berpartisipasi dalam kegiatan usaha jasa minyak dan gas bumi,wajib memiliki SKT Migas sesuai dengan Klasifikasi Bidang Usaha yang ditentukan oleh perusahaan itu sendiri. Apakah perusahaan tersebut bergerak dalam bidang usaha Jasa Konstruksi Migas atau Jasa Non- Konstruksi dan Jasa Lainya

Berdasarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No 27 Tahun 2008 tanggal 22 Agustus 2008, tentang kegiatan Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi dan Surat Keputusan  Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Nomor.15784.K/10/DJM.S/2010

Untuk informasi  Pengurusan SKT Migas Lebih Lanjut Silahkan Hubungi kami 021-2957-1871 HP.0812-9699-9788 atau klik http://sktmigas.co.id/pengurusan-skt-migas-2/

SKT Migas

6

SKT Migas

Perusahaan yang memberikan jasa layanan lain untuk menunjang kegiatan minyak dan gas, misalnya jasa penyedia helicopter,jasa penyedia alat-alat berat hingga perusahaan penyedia catering bagi karyawan Minyak dan Gas yang bekerja di lingkungan Migas apakah di daratan(on shore) atau di tengah laut(off shore). Setiap Perusahaan sebagai Supplier Company yang ingin bekerja dilingkungan Migas wajib memiliki SKT Migas

Sesuai dengan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No 27 Tahun 2008 tanggal 22 Agustus 2008, tentang kegiatan Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi dan Surat Keputusan  Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Nomor.15784.K/10/DJM.S/2010

Untuk informasi  Pengurusan SKT Migas Lebih Lanjut Silahkan Hubungi kami 021-2957-1871 ; HP.0812-9699-9788

OHSAS 18001:2007

ohsas

OHSAS 18001:2007

OHSAS 18001:2007 menyediakan kerangka bagi efektifitas manajemen K3 termasuk kesesuaian dengan peraturan perundang-undangan yang diterapkan pada setiap aktifitas dan mengenali adanya bahaya-bahaya yang timbul.

Organisasi yang mengimplementasi  OHSAS 18001:2007 memiliki struktur manajemen yang terorganisasikan dengan wewenang dan tanggung-jawab yang tegas, sasaran perbaikan yang jelas, hasil pencapaian yang dapat diukur dan pendekatan yang terstruktur untuk penilaian risiko.

Demikian pula, pengawasan terhadap kegagalan manajemen, pelaksanaan audit kinerja dan melakukan tinjauan ulang kebijakan dan sasaran K3.

Manfaat

  1. Meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja guna mencegah/mengurangi risiko  kecelakaan dan penyakit akibat kerja melalui pendekatan sistem;
  2. Mengurangi biaya operasional dengan meminimalkan kehilangan waktu kerja karena kecelakaan dan penurunan kesehatan serta mengurangi  biaya kompensasi hokum;
  3. Meningkatkan hubungan dengan pihak-pihak yang berkepentingan,  dengan perlindungan pada kesehatan dan properti karyawan, para pelanggan dan rekanan;
  4. Persyaratan kepatuhan hukum;
  5. Meningkatkan reputasi bisnis organisasi dengan adanya verifikasi pihak ketiga yang independen pada standar yang diakui.